Ken Carter kembali ke sekolah lamanya di Richmond—sebuah lingkungan miskin di mana basket adalah satu-satunya harapan. Tapi Carter tak hanya mengajar permainan; ia memaksa para pemainnya menandatangani kontrak: nilai bagus, disiplin, dan hormat. Saat timnya mulai tak terkalahkan, Carter justru mengunci lapangan karena nilai buruk! Dihadang kemaraha...
Share